Wednesday, 19 August 2015

Max weber Sosiologi Tugas Ilmu Komunikasi



Nama : Yusuf Kurniawan
Kelas : B
Nim : 153130051

     Max Weber

Max weber berpendapat bahwa setiap mansia digolongkan pada kelasnya masing-masing menurut keadaan ekonomi mereka.

Menurut pandangan Weber, munculnya Kesadaran kelas mudah sekali berkembang dalam keadaan-keadaa sebagai berikut
1.            Musuh kelas adalah suatu kelompok dalam persaingan ekonomi yang langsung dapat di lihat; contoh, kelas buruh dengan sangat mudah di organisasi untuk melawan pemegang saham akan tetapi hampir semua si pemilik pabrik dan eksekutif bisnis yang harus menampung perlawanan kaum buruh dalam konflik upah.
2.            Sejumlah besar orang-orang yang ada dalam suatu situasi kelas yang sama.
3.             komunikasi dan pertemuan mudah dikordinisir.
4.            Kelas yang menjadi pokok soal, diberikan kepemimpinan, seperti saja dari kaum cendekiawan yang menyajikan sasaran-sasaran jelas dan komprehensif bagi kegiatan mereka.

kelas rentenir dan kelas wiraswasta, yang disebut oleh Weber ’kelas-kelas pemilik’ dan kelas-kelas niaga
1.      Kelas pemilik adalah mereka yang memiliki benda dan menerima sewaan oleh karena pemiliknya atas tanah, tambang dan seterusnya. Kaum rentenir adalah kelas pemilik yang secara positif berkeuntungan. Kelas pemilik yang berkeuntungan negatif meliputi mereka semua yang tidak mempunyai barang/keterampilan untuk di tawarkan.
    2.  kelas-kelas niaga adalah mereka yang berkeuntungan positif yang bisa merupakanentrepreneur yang menawarkan benda-benda untuk di jual di pasar ataupun yang berpartisipasi dalam pembiayaan kegiatan itu, misalnya para bankir.
Disamping itu, Weber melihat ada kelas-kelas lain yang disebutnya ’kelas sosial’. Weber menuturkan komposisi kelas sosial dari kapitalisme yaitu terdiri dari:
1.Kelas pekerja tangan.
2.Kaum borjuis kecil.
3. Pegawai kantoran yang tidak mempunyai kekayaan, para ahli teknik dan kaum  cendekiawan.
4. kelompok-kelompok entrepreneur dan kaum pemilik tanah yang cenderung untuk mendapatkan kemudahan dalam memanfaatkan kesempatan-kesempatan pendidikan.